Winter [Fanfic] Part 2 of 2

Winter [Fanfic] Part 2 of 2



Cast


Babo Generation:
[BG's Cordi] *masih masa percobaan* Yunni Vega N'Atb As Jung Younhee 정윤희
[BG's Member] Realove Maya Ndong As Jung Sooyun 정수연


Super Junior:
Lee Sungmin As Lee Sungmin 이성민

Author :
Realove Maya Ndong a.k.a 정수연


Mulai...>>>

-Sungmin POV-

“ Sungmin-shi, apa kau mempunyai yeojachingu?” tanya Kang Hodong ajushi tiba – tiba.

“ Dulu iya, tapi sekarang tidak. Ada yang ingin menjadi yeojachinguku?!” jawabku reflek. Terdengar riuh saat aku bertanya adakah yang ingin menjadi yeojachinguku. Tapi, manager hyung menatapku tak senang. Sepertinya aku memberikan jawaban yang salah.

“ Sungmin-shi, bisa ceritakan sedikit dengan mantan yeojachingumu?” tanya seunggi.

Aku tertawa pelan menolak untuk menjawabnya.

“ Wah sepertinya Sungmin-shi tidak mau menceritakannya?” tebak hodong ajushi.

“ Sepertinya manager hyung tidak setuju aku menceritakan hal ini, hahahaha...” candaku membuat beberapa gueststar lainnya tertawa. “ Tapi aku ingin menceritakannya, yeojachinguku dulu.. tepatnya sebelum debut. Aku tidak bisa berhubungan dengannya lagi setelah sibuk dengan training. Sehabis training, aku sangat lelah jadi tidak sempat menghubunginya. Terakhir bertemu dengannya adalah saat valentine lima tahun yang lalu. Aku berjanji menemuinya setiap tanggal 14, namun karena training dan kegiatan lainnya membuatku tidak bisa menepati janjiku. Setahun tidak bertemu dengannya membuatku sangat merindukannya, aku mencoba menghubungi ponselnya tapi tidak ada jawaban sama sekali. Nomornya sudah tidak aktif.”

“ Bagaimana dengannya sekarang? Apa kau mencoba mencarinya?” tanya seunggi.

“ Nan mollayo. Aku mencoba mencarinya tapi tetap tidak bisa menemukannya.”

“ Dimana kalian berdua menghabiskan valentine? Kasian sekali yeoja itu, bagaimana kalau dia menunggumu?”

“ Dia tidak akan menungguku, aku tahu sifatnya. Dia itu mudah marah lalu pergi tanpa memikirkan apapun. Sekalinya aku terlambat lima menit, pasti dia akan langsung menghukumku atau menghilang dari tempat dimana kita akan bertemu. Terakhir kali bersama dengannya di sungai han. Dia sangat suka berada disana, apalagi saat pagi hari dan sore hari. Aku sangat menyukainya saat sedang marah jadi aku sengaja terlambat setiap kali berkencan dengannya dan aku akan merayunya dengan es krim.”

“ Hoo.. Romantis.. Apa dia akan memaafkanmu karena es krim?” lirih teuki hyung menepuk bahuku.

“ Dia lebih menyukai es krim daripada diriku..” sahutku.

“ Hah.. aku jadi ingat kejadian empat tahun lalu. Seorang yeoja yang ditemukan meninggal di bangku taman tepi sungai han. Semoga bukan mantan yeojachingumu, Sungmin-shi? Aku sangat terkejut mendengarnya karena saat itu aku sedang pengambilan gambar disana,” sahut seunggi.

“ Sungmin-shi siapa nama yeojachingumu?” tanya hodong ajushi.

“ Younhee.” Jawabku mantap.

“ Omo.. namanya sama dengan yeoja itu.” Sela seunggi membuatku terkejut.

“ Benarkah? Kebetulan yang aneh sekali.” Sahut teuki hyung. “ Sungmin, semoga itu bukan yeojachingumu..”

“ Pengambilan gambarku tertunda karena banyak orang berdatangan untuk melihat yeoja malang itu. Saat itu musim dingin, pasti yeoja itu kedinginan diluar. Ku dengar polisi menemukan kotak kecil dan kalung dengan dua cincin yang digenggam yeoja itu. Sangat sulit sekali membuka genggamannya. Mungkin yeoja itu membeku kedinginan..” lanjut seunggi membuatku semakin merasa ada yang aneh.

“ Seunggi-shi, apa kotak itu berwarna kuning?” tanyaku setengah khawatir.

“ Ne, aku melihat beberapa photonya diinternet. Yeoja itu memeluk kotak kecil berwarna kuning. Terdengar kabar jika kotak itu berisi surat – surat untuk namjachingunya. Apa yeoja itu sedang menunggu namjachingunya? Omo.. kenapa sepertinya ada hubungan dengan ceritamu, Sungmin-shi..” curiga seunggi.

“ Semoga bukan,” ceria kang hodong berusaha mengidupkan suasana lagi.

“ Teuki hyung, aku merasa dia younheeku...” bisikku menarik teuki hyung mendekat kearahku.

“ Sungmin-shi, kau menangis?” tanya hodong ajushi melihatku menyeka air mata yang tidak ku sadari merembes keluar.

“ Entah mengapa aku merasa yeoja itu adalah yeojachinguku.” Lirihku menundukkan kepalaku dan mulai menangis pelan berbalik arah menghindari sorotan kamera yang berfokus kepadaku.

“ Scriptwriter nuna mendapatkan foto yeoja itu. Ini.” Ungkap seunggi membalik foto berukuran besar.

“ Younhee-ah...” lirihku mampu memastikan dia adalah yeojachinguku.

“ Kami juga mendapatkan beberapa isi surat yang ada di kotak itu, ada blog yang mempostingnya.”


14 Desember 2005

Oppa, aku sudah menunggumu lama dan sangat lama.. oppa, asmaku sering kambuh akhir – akhir ini.. musim dingin kali ini membuatku sesak napas. Kau tahukan aku tidak tahan dingin, dan aku sangat malas sekali menghirup udara dingin..


14 January 2006

Happy new year oppa...!!!

Aku bermain kembang api dan petasan sendirian tahun ini, wuaaahh.. spidolku habis.. oppa, mian.. aku tidak bercerita banyak..


14 February 2006

Happy valentine. Umma melarangku keluar karena malam ini akan lebih dingin dari malam sebelumnya. Tapi aku takut jika kau datang dan tidak menemukanku..

Oppa, aku lupa membawa syal dan karena menunggumu aku mulai sulit bernapas.. Berapa lama lagi aku menunggumu. Ini yang terakhir kalinya oppa.. Aku tidak mau menunggumu lagi.



“ Younhee-ahh... Mianhae.. Jeongmal mianhae..” tangisku memeluk fotonya. Kurasakan teuki hyung menarikku dan memelukku seolah ingin membagi kesedihanku padanya. “ Aku menemukannya, hyung” lirihku.


Sungmin POV

-14 Maret 2010-

Malam ini aku meminta izin kepada manager hyung dan teuki hyung untuk menepati janjiku kepada Younhee meskipun aku tahu sudah terlambat begitu lamanya. Aku ingin minta maaf kepadanya.

“ Oppaaaa..!!” teriak seseorang berlari kearahku. “ Akhirnya kau datang, aku sudah menunggumu dari tadi. Jahat sekali.” Lanjutnya menarik – narik tanganku.

“ Younhee-ya.. kau masih hidup?” tanyaku tak percaya dengan apa yang kulihat sekarang.

“ Apa maksudmu oppa? Kau ingin aku mati?!” bentaknya membalikan badan lalu menghentak – hentakkan kakinya. Aku membuatnya marah.

“ Anio. Hanya saja aku terlalu merindukanmu?” lirihku memeluknya dari belakang, melingkarkan tanganku dilehernya.


“ Oppa, bagaimana trainingmu? Apa oppa dianiyaya disana? Pasti sibuk sekali sampai – sampai baru sekarang oppa datang.” Tanyanya membuatku bingung. Apa dia tidak tahu aku sudah debut lima tahun yang lalu.

“ Aku sudah debut, niga mollayo?” tanyaku heran.

“ Mwo? Jinjjayo? Oppa training di SM kan? Perasaanku tidak ada boyband baru disana. Oppa, jangan membohongiku. Aha.. aku tahu oppa jadi member super junior? Memang super junior dari SM? Mianhae oppa, aku tidak begitu mengikuti musik akhir – akhir ini,”

“ Younhee-ya.. kau ini?! Bagaimana mungkin kau tidak tahu super junior?!!” kesalku.

“ Sungmin oppa, sedang latihan akting yah?! Aku melihatmu dari tadi bicara sendirian.. Oppa, boleh minta sign.” Sahut seseorang memberikan buku dan pensil kepadaku. “ Oppa, ELF sangat menyayangimu. Hwaiting oppa!” teriaknya senang saat aku menggoreskan pensilnya, memberikan signku.

“ Apa maksudmu dengan bicara sendirian? Aku sedang bersama yeojachinguku.” Bantahku segera.

“ Oppa, jangan bercanda. Omo.. oppa sudah punya yeojachingu? Wuaaahhh.. chukkae oppa, setelah younhee onnie ternyata oppa sudah punya yeojachingu lagi. Aku bisa tenang sekarang. Melihat oppa menangis di strongheart membuatku dan ELF lainnya khawatir.”

“ Hanya younhee yang menjadi yeojachinguku.” Sahutku menyerahkan buku dan pensilnya.

“ Oppa, bukannya younhee onnie sudah meninggal?”

“ Dia bersamaku tadi. Kau jangan asal bicara,” bantahku sedikit emosi.

“ Mian oppa, annyeong. Oppa, aku benar – benar melihatmu bicara sendirian.”

“ Siapa dia?” tanya Younhee tiba – tiba.

“ ELF. Senang sekali memiliki dongsaeng seperti mereka. Younhee-ya, apa kau tahu kejadian empat tahun lalu disini. Mereka bilang ada yang meninggal empat tahun lalu disini.” Tanyaku.

“ Empat tahun yang lalu? Berarti tahun 2002, aku tidak tahu..”

“ Younhee-ya, kau bodoh sekali. Empat tahun lalu itu yah tahun 2006.”

“ Ini tahun 2006 oppa! Kau yang bodoh!! Oppa, belikan aku es krim.. aku ingin makan es krim.” Pintanya tiba – tiba. Younhee semakin bodoh atau terlalu bodoh. Ini sudah tahun 2010. Kenapa dia menganggap tahun 2006. Aneh.

“ Gidariseyo younhee-ya..”

Aku berlari ke minimarket terdekat membeli satu kotak eskrim dan meminta dua sendok. Tentunya untukku dan younhee. Beruntung sekali tidak ada dongsaeng – dongsaeng yang mengejar – ngejarku. Aku berlari lagi ke sungai han dan mencari younhee. Tapi tidak kutemukan. Kutanyakan kepada beberapa orang disana tapi mereka tidak melihatnya.

“ Sungmin oppa, ini sungmin oppa kan? Wuahhh.. aku merindukanmu oppa.” Sapa Sooyun, adik younhee.

“ Kenapa kau disini?” tanyaku heran.

“ Aku mau memberikan eskrim kepada onnie. Pasti dia sedang ingin eskrim. Oppa, kenapa membuat onnieku menunggu lama. Apa oppa tidak tahu kalau onnie tidak tahan dengan udara dingin? Oppa jangan main kerumah kami lagi, umma sangat membenci oppa. Umma menganggap oppa yang menyebabkan onnie meninggal. Padahal onnie sendiri yang ingin menunggu oppa disini,”

“ Younhee meninggal? Aku tadi masih bersamanya.”

“ Oppa jangan mengada – ada,” tawanya lirih. ”Onnieee!!! Aku bawakan eskrim,” lanjutnya setengah berteriak lalu meletakkan kotak eskrim yang dia bawa ke salah satu bangku. “ Aku masih ingat saat mereka menemukan younhee onnie meninggal dibangku ini. Aku sangat sedih. Aku ingin menghubungi oppa, tapi ponsel oppa tidak pernah aktif.”

“ Kau jangan bercanda sooyun-ah, younhee tadi masih bersamaku!” bentakku.

“ Oppa jangan bercanda, jangan membuka luka lama kami karena kehilangan Younhee onnie. Annyeong oppa, jalgayo..” lirihnya pergi dariku.


“ Apa maksudnya?”




Kkeuttt..!!

끝....!!!



mian kalo jelek..

ditunggu komen ma jempolnya,